Beberapa bulan yang lalu walaupun obrolan ringan Abuya dawuh, "Piye... gelem ta Le? hehehe.. Karo sekolah sek ndak popo."
Ustadz Taufiq dawuh, "Yaaa... setelah ini turuti saja apa kata gurumu."
Pak Joko orang lereng Bromo agak ngenyek ngomong, "Wes mas ojo omong arep dipakani opo bojo iku, rejeki iku wes ono sing ngatur."
Mas Yudi juragan pulsa berkata, "Tukang becak yang anaknya tiga saja bisa menafkahi anak-anaknya sekolah, Allah sudah ngatur rizkinya orang nikah Dek."
Bahkan seorang Pak Senol abang becak dekat rumah bilang, "Sampeyan kapan Dek, nikah?"
Dan baru saja selepas Maghriban, Mbah Mahmud muadzin musholla kost ngendikan, "Tak pikir kamu pulang karena kawin. hahaha."
itu hanya beberapa, sisanya ? cukup banyak yang tertarik membicarakan urusan jodoh dengan saya
-----------------
Entahlah pertanda apa ini ? Memang semakin bertambahnya usia, semakin dekat pula pada jenjang menyempurnakan separuh agama ini. Tidak, saya tidak galau untuk urusan ini. Saya lebih galau urusan lulus kuliah tahun ini, hehehe. Namun, ketika orang-orang di sekitar saya banyak yang menyinggung tentang nikah, jodoh, menyempurnakan separuh agama, atau apalah itu, saya punya sebuah firasat yang connect dengan semua perbincangan ini. Lebih-lebih beberapa yang menyinggung hal itu adalah orang-orang yang sholih.
Dengan siapa, kapan, dan bagaimana ? itulah yang menjadi pertanyaan besar. Sebuah rahasia yang tidak bisa diterka-terka walaupun sepertinya terlihat di depan mata karena jodoh itu memang hak preogatif Allah untuk menentukan pasangan tiap hambanya.
Ada teori yang tidak saya pelajari secara mendalam, karena saya rasa bukan hal yang prioritas untuk sekarang. Suatu ketika salah satu guru saya dawuh, "Jodoh itu jangan tanya siapa dan yang bagaimana. Tapi kamu mintanya siapa dan yang seperti apa. Diikhtiarkan dengan benar, jangan seperti orang kebanyakan yang harus pacaran terlebih dahulu."
Satu hal yang saya tahu, apapun itu jika dada kita sudah semakin sesak membuncah, semakin terdesak dan terasa sempit terhimpit. Maka itu pertanda apa-apa yang kita perjuangkan semakin dekat pula, insya Allah.
Tak bisa bicara banyak soal ini, saya masih anak bawang :p.

Wes ngeroso tuwo yoo, ndut ?
BalasHapushahahhahaha :)))