Laman

Rabu, 07 Maret 2012

Untitled, Monggo Dibaca Dulu :)

Kalau kita berbicara tentang kehidupan sepertinya merupakan perbincangan yang cukup berat. Banyak yang menafsirkan bahwa hidup adalah ini, itu, begini, dan begitu. Ada yang berpendapat bahwa kehidupan itu seharusnya dihadapi dengan tegar, keras, lembut, sabar, ramah, pantang menyerah, kerja keras, dan hal lainnya yang bisa dengan mudah terucap dari lidah-lidah tajam seseorang.

Apapun itu tafsir tentang kehidupan hanya masing-masing pribadi yang punya pilihan untuk menentukan setiap definisi kehidupan itu. Saat ini begitu banyak orang membicarakan kehidupan yang kenyataannya gampang-gampang-susah atau susah-susah-gampang ini dengan strategi pemasaran. Maksud saya adalah ngomong kehidupan kok kudu harus di seminar, workshop, dan sejenisnya yang mendatangkan income. Menurut terjemahan bebas saya, hal yang demikian merupakan salah satu tindakan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kesempatan di saat banyak orang sekarang semakin galau dengan kehidupannya, galau ekonomi, galau pendidikan, galau rumah tangga, bahkan galau keimanannya, na'udzubillah. Yaaa.. Galaulah yang membuat orang sekarang semakin sempit, semakin merasa bahwa kehidupan ini sudah tidak sepadan dengan kalimat 'dunia tidak selebar daun kelor', yaaa kehidupan ini terasa sempit menghimpit menyesakkan.

Moment-moment amburadul inilah yang sepertinya terlihat prospektif untuk dijadikan ladang bisnis 'kehidupan'. Mereka menawarkan produk yang bisa menghilangkan manusia dari kesempitan, mereka juga memberikan tips berbayar untuk menyelesaikan gundah gulana seseorang. Walhasil, banyak juga peminatnya yang tertarik dengan 'solusi-solusi' berbayar tersebut. Ah... entahlah.... manusia sekarang memang multitafsir. Padahal kalau kita tengok lagi, mereka yang menawarkan dan ditawari 'pemecah masalah' dengan merogoh kocek adalah orang-orang yang tercatat agama Islam di KTPnya.

Disinilah maksud saya, kok untuk belajar membaca Al-Qur'anul Karim (Al-Quran yang Mulia) harus mengikuti paket-paket tertentu yang ada price listnya masing-masing. Nah.. kalau memang untuk profesionalitas administrasi biar rapi dan primpen saya rasa harus dimanage ulang agar tidak timbul kesan 'Ini ilmu Al-Qur'an kok diperjualbelikan seperti di restoran yaaa..???'

Ini yang mungkin sedikit menggelikan, Pelatihan Sholat Khusuk. What's going on today ??? yaaaa memang banyak cara untuk melatih khusuk tapi bagi saya lucu-lucu gimana gitu apalagi kalau pelatihannya dilaksanakan di sebuah hotel berbintang. Dan pastinya uang doku yang harus dikeluarkan gak sedikit. Heran.

Apakah saya salah kalau saya memberikan pernyataan bahwa kapitalisme sudah menggerogoti sendi-sendi dienul haq (Islam) ini ??? Wallahu a'lam bishshowab. :)

Selasa, 06 Maret 2012

Satu Bulan Tak Update, Satu Bulan Banyak Cerita

Surabaya- 

BARU
Kali ini aku tidak lagi menorehkan ketikan-ketikan ini dengan LAN speedy seperti biasanya. Aku menuliskan kata per kata ini dengan modem yang baru saja ada di genggaman tanganku. Tidak ada lagi kabel malang melintang saat kubuka kamarku, kini yang ada hanyalah lorong sempit yang lebarnya tak lebih dari dua meter. Yaaa.... aku sudah tidak tinggal di Makam D10, kini aku harus singgah ke rumah baru yang menjadi pilihanku, ikhtiar, yang harapannya berkah Allah SWT menyertaiku. Kini aku tinggal di Sukodami II/33 Surabaya. (cerita saat pekan KRS-an)
Sukodami II/33 (maaf berantakan :P)
Ada cerita lain yang seharusnya menjadi posting tersendiri di blog ini. Akan tetapi apa daya sepertinya sudah terlalu lama kejadian ini, basi rasanya kalau mau diposting sekarang. Maklum selama satu bulan gak bergulat dengan dunia maya, blogging khususnya.

ANJANGSANA PARA #PejuangJalanCinta
Ini cerita tentang secuil kisahku dengan orang-orang hebat yang kukenal di kampus veteriner. Yaaa, kami menyebutnya #PejuangJalanCinta. Ada cerita yang sebenarnya perlu diceritakan mendetail selama kami berlibur bersama, tapi sekali lagi sudah terlalu kasep sepertinya. Apapun, basi atau kuno, ceritaku bersama mereka tak akan lekang oleh waktu.
perbekalan para #PejuangJalanCinta

senyum untuk Tanjung Papuma

Menatap pantai selatan, siapa tahu Nyi Roro Kidul nongol :P

di depan Masjid Agung AT TAQWA Bondowoso

Terlelap menanti seorang Ustadz untuk ta'lim.

Logawa yang mengantarkan kami


TAKMIR : MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1433 H
Moment ini benar-benar merefleksikanku untuk semakin bersemangat untuk bersholawat pada junjungan ummat Islam, manusia nomor satu dunia akhirat. Moment sakral dimana sejarah-sejarah perjuangan Kanjeng Nabi SAW terbalut dalam irama sajak-sajak indah nan menakjubkan, dibacakan dengan nada-nada merdu diiringi tabuhan hadrah para pemainnya, semua khidmat menikmati lantunan sholawat dan cerita tarikh yang agung tersebut, lalu tibalah mahallul qiyam. Marhaban Yaaaa Nabiii.... begitulah rangkaian kitab diba' karya Imam Al-Jalil Abdurrahman Ad-Diba'I.

mendengarkan sholawat nabi

makan bareeenggg

tajammuuuuuuuuuukkkk... berkahnya ada di suapan terakhir !!!
DURIAN
Benar sekali, durian adalah salah satu jenis makanan mahal yang kontroversial kenikmatannya, ada sebagian yang menyatakan bahwa durian adalah buah yang sedikit menjijikkan karena baunya dianggap kurang sedap. Atau dianggap makanan menggelikan karena rasanya yang katanya kurang nyaman berada di rongga mulut kita. Akan tetapi, ada juga yang menyatakan bahwa durian adalah jenis buah yang elit dan elegan untuk disantap, karena harganya yang terbilang cukup merogoh kocek dan hanya lidah calon atau sudah menjadi orang kaya yang bisa menikmati sensasinya :P. Dan itu berarti saya adalah calon orang kaya (amiiiiiiiiinnnn...) karena saya gemar makan durian kalau lagi di rumah. Bapak dan mama sepertinya paham kalau kemungkinan besar saya tidak pernah makan durian di perantauan, sehingga durian menjadi sering disantap di rumah Cendana 7 ketika saya sedang pulang kampung. 
Hunting durian sore-sore
Masih banyak sebenarnyaaa cerita satu bulan liburan kemarin tapi apa daya belum bisa kutuangkan disini semua... cukup ini dulu yang kubagi... Wassalam.. ^_^