Aku tahu semua nasehatmu karena cintamu padaku
Aku tahu semua perhatianmu lantaran hubb yang tulus
Aku tahu semua ajakan baikmu tak ubahnya agar aku berbaik diri
Aku tahu... Aku tahu... Aku tahu walau tak mampu menafsiri tingginya ilmumu.
Satu tanyaku, "SEBODOH ITUKAH AKU ? TERLALU MENGECEWAKANKAH AKU ? TERLALU NAKALKAH AKU ? Sampai-sampai engkau berikhtiar yang terbaik untukku."
Oh... Sampai kapan aku begini, menjadi orang dungu yang tak mau diuntung ?
Dasar manusia tak mau tahu !
Aku yang masih main-main, sedih.
Rabu, 05 Juni 2013
Selasa, 04 Juni 2013
Ojo Tolah Toleh
Akhirnya, setelah rasa kangen itu benar-benar memuncak aku harus berterus terang pada beliau tanpa ragu, "Kulo kangen Ustadz....." Sepertinya tanpa pikir panjang beliau membalas smsku, "Oo nggeh... sama saya juga kangen, Insya Allah.. Amin semoga sukses dan barokah, mampir ke rumah kalau sudah longgar." Kubalas lagi, "Insya Allah, Ustadz. Kalau ketemu ijinkan saya cium tangan Ustadz Ngge, :) " karena sejak dulu aku tidak mendapatkan punggung tangannya ketika bersalaman. Kalimat tersebut berani kuucapkan karena beliau 'rawuh' padaku, dengan tidak sungkan aku meminta restu untuk itu. Dan alhamdulillah sejak pertemuan tadi beliau menerima hidung dan jidadku di punggung tangannya.
Ada satu hal menarik ketika aku akan berpamitan, beliau berucap "Ojo tolah-toleh." Sebuah kalimat yang sama persis dengan apa yang guruku (satunya) nasehatkan ketika aku menjadi mahasiswa baru. Deg. Penasaran tapi tak ingin bertanya, cukup kupelajari sendiri apa ibroh dan hikmah dibaliknya.
Selamat Maghrib..
Langganan:
Postingan (Atom)